jiwa yang sallu iringi tmnmu bersama dalam gelap ketika sinar matahari memulai menyatu dengan angin yg tjam, perjalannmu menggapai impi bagai perahu dengan beribu penumpang, ketika satu terjatuh, tanganpun saling menggenggam
satu tujuan dengan banyak anggota, apalah artinya itu, mudah dg penuh tenaga, satu ayunan pun tak jadi penghalang u/ byk tujuan,
kau teman bagai sejuta tenaga bagiku, meskipun ku tak berlanjut untuk tujuanQ jngan berhenti u/ jalan yg ada di dpanmu, kau cermin tujuan penuh tantangan.
Sore itu yang tak terlupakan ... thx teman2Q. Tas smwa yg kau berikan u/Q...
1.1 SAINS DAN ILMU PENGETAHUAN Sains dan ilmu pengetahuan adalah merupakan salah satu isi pokok kandungan kitab suci al-Qur’an. Bahkan kata ‘ilmu itu sendiri disebut dalam al-Qur’an sebanyak 105 kali, tetapi dengan kata jadiannya ia disebut lebih dari 744 kali. Sains merupakan salah satu kebutuhan agama Islam, betapa tidak setiap kali umat Islam ingin melakasanakan ibadah selalu memerlukan penentuan waktu dan tempat yang tepat, umpamanya melaksanakan shalat, menentukan awal bulan Ramadhan, pelaksanaan haji semuanya punya waktu-waktu tertentu dan untuk mentukan waktu yang tepat diperlukan ilmu astronomi. Maka dalam Islam pada abad pertengahan dikenal istilah “ sains mengenai waktu-waktu tertentu”. Banyak lagi ajaran agama yang pelaksanaannya sangat terkait erat dengan sains dan teknelogi, seperti untuk menunaikan ibadah haji, bedakwah menyebarkan agama Islam diperlukan kendraan sebagai alat transportasi. Allah telah meletakkan garis-garis besar sains dan ilmu pengetahuan dalam al-Qur’an, manusia hanya tinggal menggali, mengembangkan konsep dan teori yang sudah ada, antara lain sebagaimana terdapat dalam Q.S Ar-Rahman: 55/33 yang artinya :
“ Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan ”
Ayat di atas pada masa empat belas abad yang silam telah memberikan isyarat secara ilmiah kepada bangsa Jin dan Manusia, bahwasanya mereka telah di persilakan oleh Allah untuk mejelajah di angkasa luar asalkan saja mereka punya kemampuan dan kekuatan (sulthan); kekuatan yang dimaksud di sini sebagaimana di tafsirkan para ulama adalah ilmu pengetahuan atau sains dan teknelogi, dan hal ini telah terbukti di era medern sekarang ini, dengan di temukannya alat transportasi yang mampu menembus angksa luar bangsa-bangsa yang telah mencapai kemajuan dalam bidang sains dan teknologi telah berulang kali melakukan pendaratan di Bulan, pelanet Mars, Juipeter dan pelanet-pelanet lainnya.
Manusia memang diciptakan sebagai mahluk yang mulia, tetapi tetap sebagai ciptaan. Manusia tidak mungkin lepas dari penciptanya yaitu Tuhan. Betapapun cerdas dan pandainya manusia ia adalah mahluk ciptaan, sebetapapun hinanya manusia, dia adalah ciptaan Allah yang mulia. Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa manusia merupakan hasil dari proses evolusi (baik yang menyertakan Tuhan/evolusi theistik ataupun yang tidak menyertakan Tuhan/evolusi atheistik). Manusia menjadi mahluk yang hidup Ketika manusia diciptakan maka ia menjadi mahluk hidup, dan bukan sebelumnya. Manusia bukan menjadi mahluk hidup yang berasal dari